<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076</id><updated>2012-02-16T16:31:35.764+07:00</updated><category term='Eyang'/><category term='Rumah'/><category term='Klender'/><title type='text'>Margiawidi's Family</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-638381041594532533</id><published>2008-10-06T16:26:00.000+07:00</published><updated>2008-10-06T16:27:31.380+07:00</updated><title type='text'>Makan Sendiri</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOnaA75swbI/AAAAAAAAAKc/B10BiaOMV6E/s1600-h/Picture(4)-751381.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOnaA75swbI/AAAAAAAAAKc/B10BiaOMV6E/s160/Picture(4)-751381.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253970149918949810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;quot;Nanananana....,&amp;quot; teriak Agya sambil menggoyang-goyangkan tangannya. Itu artinya dia tidak mau.&lt;br&gt;&amp;quot;Akan ili,&amp;quot; katanya lagi. Makan sendiri.&lt;p&gt;Belakangan ini Agyandra lagi sering &amp;quot;belagu&amp;quot;.  Apa-apa maunya sendiri. Mandi sendiri. Makan sendiri. Makan apapun maunya dipegang sendiri. Enggak mau lagi disuapin. Minum juga sendiri. Enggak mau pakai sedotan. Kalau mandi juga begitu. Enggak mau disirami. Maunya siram sendiri. Kalau ikut belanja ke Indomaret atau Alfamart sembarang barang diambil dimasukin tas keranjang.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Yang paling heboh tentu saja waktu makan. Mukanya celemongan nasi, Makanan belepetan di ubin. Mending kalau makannya diam. Geser sana geser sini. Alhasil kekacauan yang paling memusingkan adalah saat-saat Agya makan. &lt;p&gt;Kekacauan demi kekacauan terjadi setiap kali kita melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Kekacauan adalah teman manusia yang belajar. Setiap hal selalu ada kali pertamanya. Belajar hal yang baru mengenai apapun pasti melewati fase kekacauan ini. &lt;p&gt;Maka, biarlah rumah ini kacau karena di sinilah Agya memulai pelajarannya tentang hidup. Bukan cuma Agya yang masih belajar, kami yang sudah tua ini pun masih jatuh bangun belajar meniti kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-638381041594532533?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/638381041594532533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=638381041594532533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/638381041594532533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/638381041594532533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/10/makan-sendiri.html' title='Makan Sendiri'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOnaA75swbI/AAAAAAAAAKc/B10BiaOMV6E/s72-c/Picture(4)-751381.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-5898080143362070704</id><published>2008-10-04T07:26:00.002+07:00</published><updated>2008-10-04T07:30:46.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Klender'/><title type='text'>Keluarga (Sangat) Besar</title><content type='html'>Di Indonesia menikah tidak hanya urusan sepasang kekasih. Dalam batas tertentu kita juga "menikahi" keluarganya, bahkan keluarga besarnya. Mengenal keluarga besar pasangan tidak sulit jika jumlah saudaranya tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, akan lain soalnya jika jumlah saudaranya seabreka-abrek seperti di keluargaku. Apalagi jika keguyubannya begitu erat. Mau tidak mau intensitas pertemuan makin sering. Mengenal dan menghapal ini siapa bukanlah perkara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dialami Iw. Hampir tiga tahun pernikahan kami Iw masih kesulitan menghapal saudara-saudaraku. Yang repot adalah mengenal siapa yang harus dipanggil Mbak, Mas, Lik, Pak De dan Bu De. Tidak soal memang kalaupun salah panggil, paling diketawain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan ini tidak aku alami di keluarga Iw karena jumlah saudara-saudaranya "terukur". Iw juga tidak mengalami kesulitan untuk mengenal saudar-saudara dari garis keturanan bapak, karena jumlah saudara di keluarga bapak juga "terukur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang "ukurannya" sulit masuk di kepala adalah saudara-saudara dari garis ibuku. Ibu memiliki sembilan saudara kandung yang masing-masing sudah beranak pinak sedemikian rupa. Bahkan, ada sejumlah anak kecil yang sudah memanggil kami dengan sebutan Mbah. Jadi, sepupuku sudah ada yang memiliki cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya lagi, hubungan kekerabatan di keluarga Ibu tidak sebatas di garis keturunan sekandung Ibu, tapi juga meluas hingga garis keturunan Simbah. Si anu adalah anak dari anaknya kakaknya Simbah. Si ini adalah adik dari Si anu yang sepupunya Simbah, tapi beda bapak dengan Si ono. Pusing kan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih rumit lagi, sebagai perantau di Jakarta mereka yang satu kampung di Gunung Kidul sana juga dipandang sebagai saudara. Dan, kalau dihitung, total semua yang disebut saudara mencapai lebih dari seratus orang. Mabok gak tuh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-5898080143362070704?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/5898080143362070704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=5898080143362070704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/5898080143362070704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/5898080143362070704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/10/keluarga-sangat-besar.html' title='Keluarga (Sangat) Besar'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-3381512931422328049</id><published>2008-09-30T15:27:00.006+07:00</published><updated>2008-09-30T21:33:01.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eyang'/><title type='text'>Jadi TKW</title><content type='html'>Libur Lebaran tiba. Teti, pengasuh Agya, mudik ke Majalengka. Sesuai ketentuan yayasan, Teti dapat jatah libur 2 minggu. Teteh, pembantu kami, juga akan ambil libur mulai H-1. Pusing? Lumayan. Aku dan Iw harus mengatur waktu, gantian libur menjaga Agya dan mengurus aneka pekerjaan rumah. Eyang sudah "diimpor" jauh-jauh hari dari Salatiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ini potret keluarga urban. Suami isteri kerja. Rumah di pinggir kota jauh dari tempat kerja. Berangkat pagi-pagi buta dan sampai rumah jarang bertemu matahari. Sepanjang hari anak dijaga pengasuhnya. Akhir pekan jadi sangat berarti. Waktunya kumpul bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di libur lebaran ini tak mudah juga mengatur waktu cuti. Aku dan Iw masing-masing memiliki beban kerja. Tapi, harus ada kompromi. Dan, tidak sulit juga mencari titik tengah. Prinsipnya, masing-masing siap mengalah. Agya harus jadi pertimbangan nomor saru melebihi urusan kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang repot tidak hanya kami. Eyang pun ikut-ikutan repot. Usia Eyang sudah tidak muda lagi, hampir 70 tahun. Dengan sangat terpaksa kami membuatnya harus turun gunung. Eyang sih tentu senang-senang saja, karena di Jakarta malah kumpul dengan anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Eyang bercerita, ternyata bukan hanya dia saja yang turun gunung. "Sekarang ini musim TKW. Tante Sri sama Oom Jito ke Samarinda nemani Ririn. Bu Darno juga ke Jakarta bantuin anaknya. Lebaran musimnya kakek nenek jadi TKW...hehehe," ujar Eyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Yang, dah mau jadi TKW di rumah kami....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-3381512931422328049?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/3381512931422328049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=3381512931422328049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/3381512931422328049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/3381512931422328049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/09/jadi-tkw.html' title='Jadi TKW'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-2342728209851258842</id><published>2008-09-30T15:27:00.005+07:00</published><updated>2008-09-30T21:32:30.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Klender'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Mbah Kung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI3e5HIMXI/AAAAAAAAAJM/7DCquuWSHaM/s1600-h/mbah+kung+ultah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI3e5HIMXI/AAAAAAAAAJM/7DCquuWSHaM/s200/mbah+kung+ultah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251821119333740914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Yang mana ya, Pa? Yang ini apa yang itu?" tanya Iw.&lt;br /&gt;"Hmmm...yang mana ya?" aku juga bingung.&lt;br /&gt;"Yang ini aja deh. Yang itu terlalu ramai motifnya. Yang ini biar gelap, tapi rapi," akhirnya aku memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Septermber kemarin Mbah Kung ulang tahun ke-66. Tapi, kami baru merayakannya akhir pekan ini. Puji Tuhan Mbah Kung masih sehat. Sebuah kemeja Cardinal berwarna hijau gelap adalah kado kami untuknya. Deni menghadiahi kaos polo, sementara Desi kain bahan celana. Klop deh, Mbah Kung dapet paket komplet pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, terimakasih ya, Agya," sorak Mbah Kung saat tangan mungil Agya menyerahkan kantung plastik berisi kado dari kami.&lt;br /&gt;"Buka donk, Mbah," pinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemeja itu ternyata pas dan pantas dikenakan Mbah Kung. Kebetulan pula, warnanya juga sepadan dengan kain celana yang dibelikan Desi. Mbah Kung berseri-seri. Apalagi yang diharapkan orangtua itu selain perhatian sayang dari anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami membuat pesta kecil di Solaria. Syukur pada-Mu Tuhan Sang Pemilik hidup atas anugerah kesehatan untuk Mbah Kung. Milikmulah segala sesuatu di atas bumi ini. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di dalam surga. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-2342728209851258842?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/2342728209851258842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=2342728209851258842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/2342728209851258842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/2342728209851258842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/09/selamat-ulang-tahun-mbah-kung.html' title='Selamat Ulang Tahun Mbah Kung'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI3e5HIMXI/AAAAAAAAAJM/7DCquuWSHaM/s72-c/mbah+kung+ultah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-2345624006848896042</id><published>2008-09-30T15:25:00.002+07:00</published><updated>2008-09-30T21:33:35.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah'/><title type='text'>Sambal Oncom</title><content type='html'>Makanan apa yang tidak bergizi tapi enak? Gudeg, ikon kota Jogja itu tidak bergizi tapi enak. Nangka muda direbus berjam-jam ya gizinya hilang. Kalaupun ada gizinya itu berasal dari penganan pelengkap gudeg, seperti telur, tempe dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi penganan yang sangat populer di Indonesia tapi tidak bergizi. Kerupuk. Adakah penelitian yang menemukan gizi pada kerupuk? Penganan keriuk-keriuk ini tidak bergizi tapi enak. Hotel berbintang di Indonesia saja menyediakan kerupuk untuk sajian makanan khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi makanan khas Indonesia yang tidak bergizi tapi maknyuss adalah oncom. Oncom dibuat dari sisa ampas tahu yang sengaja didiamkan hingga berjamur. Sudah ampas berjamur pula. Selama ini kami tidak pernah masak oncom. Enggak pernah kepikiran aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi waktu nemeni Iw belanja kebetulan mataku tertumbuk pada seonggok bentuk berwarna jingga. Tiba-tiba saja aku kepingin oncom. Ibuku sering memasak oncom. Tukang gorengan pinggir jalan pun beberapakali aku dapati menjual oncom goreng. Dan, hari ini aku kangen oncom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iw, mau oncom donk," pintaku.&lt;br /&gt;"Hah, masaknya gimana," tanya Iw bingung.&lt;br /&gt;"Ya digoreng aja kayak goreng tempe."&lt;br /&gt;"Yakin doyan?"&lt;br /&gt;"Doyan!" jawabku mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, Teti juga bertanya,&lt;br /&gt;"Pak, oncomnya dimasak gimana nih?"&lt;br /&gt;"Ya, digoreng aja, Tet, kayak goreng tempe itu," kataku.&lt;br /&gt;"Wah, kalau digoreng ancur, Pak. Lagian oncom itu kan nyerep minyak. Nanti malah jadi nyemek-nyemek."&lt;br /&gt;"Trus diapain donk?"&lt;br /&gt;"Dibikin sambal oncom aja ya, Pak," Teti usul.&lt;br /&gt;"Boleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Teteh, juru masak andal The Margiawidi's, datang. Melihat ada oncom di dapur Teteh juga bertanya mau diolah jadi apa makanan ampas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dibikin sambal oncom aja, Teh," sambar Teti.&lt;br /&gt;"Iya, enaknya emang dibikin sambal oncom," kata Teteh.&lt;br /&gt;"Kok tumben nih beli oncom?" tanya Teteh sambil berkutat di dapur.&lt;br /&gt;"Iya, Teh, tiba-tiba aja Bapak pingin," jawab Iw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teteh emang andal. Racikan tangannya gak perlu disangsikan. Kalu kalian datang ke rumah kami kalian harus mencicipi sayur asem sunda ala Teteh. Mantafff luar biasa. Dan, oncom yang makanan ampas itu betul-betul jadi istimewa di tangan teteh. Aku enggak habis-habisnya memuji oncom yang satu ini. Siang ini sang oncom bersanding dengan bandeng presto.&lt;br /&gt;Sambil menikmati Si Oncom tiba-tiba terbayang olehku alangkah berjodohnya jika sambal oncom ini disandingkan dengan ikan peda. Wuiiiihhh...sluurrrppp....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iw, kayaknya enak nih kalo temennya oncom si ikan peda," kataku.&lt;br /&gt;"Ikan peda itu bergizi gak sih?" tanya Iw [pertanyaan ini Iw bangets]&lt;br /&gt;"Oncom itu kan gak bergizi masak temannya gak bergizi juga," lanjutnya.&lt;br /&gt;"Oncomnya enak gak Iw?" aku balik bertanya.&lt;br /&gt;"Enak!" jawab Iw.&lt;br /&gt;"Nah, cuma itu yang kutahu, Iw. Soal ikan peda pun yang kutahu cuma enak," kataku.&lt;br /&gt;"Dasar Si Gembul," gerutu Iw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-2345624006848896042?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/2345624006848896042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=2345624006848896042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/2345624006848896042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/2345624006848896042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/09/sambal-oncom.html' title='Sambal Oncom'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-4133669868983330207</id><published>2008-09-30T15:24:00.002+07:00</published><updated>2008-09-30T21:33:56.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI1x5QfgPI/AAAAAAAAAJE/boBmAFI0AgU/s1600-h/jalan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI1x5QfgPI/AAAAAAAAAJE/boBmAFI0AgU/s200/jalan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251819246767276274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa bisa libur?” Iw bertanya&lt;br /&gt;“Kayaknya gak bisa deh, Ma,” kataku&lt;br /&gt;“Ya udah, kalau gitu Agya aku bawa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah aku sendirian di rumah. Iw, Agya dan Teti (pengasuh Agya) berangkat ke Bogor selama tiga hari. Kantor Iw menyelenggarakan rapat kerja. Anak usia di bawah 2 tahun dan pengasuhnya boleh diajak. Umur Agya saat ini 1 tahun 10 bulan. Pada 25 Oktober nanti dia baru genap 2 tahun. Sebenarnya mengajak Agya sangatlah merepotkan. Sungguh. Kayak orang mau mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya Si Iw orangnya ribet. Persiapan untuk bawa Agya aja makan waktu tiga hari. Belanja ini itu di sela-sela kesibukan kami. Malam sebelum berangkat agak heboh dikit di rumah bikin bekal, resepnya Eyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah bedanya laki-laki dan perempuan," Iw mulai berceloteh.&lt;br /&gt;"Laki-laki tuh kalau pergi enggak pernah mikirin yang lain selain dirinya sendiri. Kalau perempuan tuh mikirin anaknya nanti makannya gimana, mandinya gimana, bajunya gimana, mikirin mainan anaknya. Biar bawannya banyak, tapi kan di sana tenang. Anaknya nyaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah menjelang malam. Untunglah kamu Agya punya Mama yang ribet….hahahaha….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keribetan ini tidak perlu terjadi kalau aku bisa ambil cuti. Di hari Iw pergi kebetulan aku dapat jatah masuk malam, menginap di kantor. Kasihan aja sama anak kecil itu enggak ada papa mamanya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pergi rumah ini pun sepi. Seperti kehilangan nyawanya. Agak malas aku pulang ke rumah. Apalah arti rumah ini kalau tidak ada kehidupan di dalamnya. Rumah ini bukan sekadar tempat berteduh. Rumah ini tempat pulang. Bukan badan yang pulang, tapi jiwa. Rumah ini tempat jiwa beristirahat dan mendapatkan kembali vitalitasnya. Lantas, apa yang bisa diistirahatkan ketika rumah hanyalah seonggok batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah mereka yang memiliki rumah tempat mereka pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiada pengembara yang tak merindukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebuah rumah, bahkan jika rumahnya hanya ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di balik iklan yang ia baca di perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiada rumah yang tak merindukan seorang ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang murah berkah, bahkan jika ibu tinggal ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di bingkai foto yang mulai kusam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih baik punya ibu daripada punya rumah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kata temanku yang rumahnya konon baru enam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sementara sosok ibunya belum juga ia temukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya lebih baik punya keduanya, kata saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan entah mengapa airmatanya leleh perlahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Pinurbo, Tiada (2003).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-4133669868983330207?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/4133669868983330207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=4133669868983330207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/4133669868983330207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/4133669868983330207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/09/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI1x5QfgPI/AAAAAAAAAJE/boBmAFI0AgU/s72-c/jalan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437778156294509076.post-3978334193830945888</id><published>2008-09-30T15:23:00.001+07:00</published><updated>2008-09-30T21:14:29.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah'/><title type='text'>Rumah Margiawidi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI0M61Uy_I/AAAAAAAAAI8/vwaXvaPPUHQ/s1600-h/home-sweet-home.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI0M61Uy_I/AAAAAAAAAI8/vwaXvaPPUHQ/s200/home-sweet-home.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251817512023411698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pulang. Ke rumah ini kami selalu merindukan untuk pulang. Jauh dari Jakarta, di Bekasi sana. Tiap kali menembus kemacetan kami dihibur oleh kerinduan bahwa sebentar lagi kami akan berkumpul di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah di atas sepetak tanah di sudut perumahan di Bekasi Utara adalah oase kehidupan kami. Di sana kami mengistirahatkan batin dan menjalin harapan tentang cinta dan kebahagiaan. Di sana kami memilin tangis dan tawa. Di sana kami belajar tentang bagaimana memberi arti pada hidup yang hanya sekali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, di dunia maya ini, kami ingin berbagi secuil fragmen dalam dinamika kehidupan di sebuah rumah di sudut kota bekasi. Itulah rumah kami, Rumah Margiawidi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437778156294509076-3978334193830945888?l=margiawidi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://margiawidi.blogspot.com/feeds/3978334193830945888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437778156294509076&amp;postID=3978334193830945888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/3978334193830945888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437778156294509076/posts/default/3978334193830945888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://margiawidi.blogspot.com/2008/09/rumah-margiawidi.html' title='Rumah Margiawidi'/><author><name>J Heru Margianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02824826222136700368</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SNw91n_rjpI/AAAAAAAAAGg/FwaflwL1YhI/S220/mbonk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HFsz090GfFo/SOI0M61Uy_I/AAAAAAAAAI8/vwaXvaPPUHQ/s72-c/home-sweet-home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
